Seikat masa ditidurmu, semoga aku muara tawa dan tangismu.
Karena malam untuk dipeluk, biarpun senyap sunyi tanpa rengkuh ragamu.
Meleburlah semesta tepekurku, disini aku mendekapmu.
Sungguh!
Sampai pada satu titik keyakinan, aku akan katakan
"Jarak bukanlah batas & kita tetap bersama. Tunggu saja!"
dan ketika esok pagi tiba, suaramu adalah baris pertama yang ingin ku dengar.
Kemarilah! Temani aku! Khusyuk kesendirian ini telah menusukkan rindu di dadaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar